KEDUDUKAN HADIS DALAM PENETAPAN SYARI’AH ISLAM
Main Article Content
Abstract
Sumber ajaran Islam disamping Al-Quran adalah Hadis yang merupakan penafsiran Al-Quran dalam praktik atau penerapan ajaran Islam secara faktual dan ideal. Hal ini karena pribadi Nabi Muhammad SAW. Merupakan perwujudan dari Al-Quran yang ditafsirkan untuk manusia serta ajaran Islam yang dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini didasarkan pada beberapa argumentasi, baik berupa dalil naqli maupun dalil ‘aqli, yang tersebut dalam nash Al-Quran mupun Hadis Nabi. Tanpa kedua sumber hukum Syariat Islam yang tepat ini, orang Islam tidak mungkin memahami syariat Islam secara mendalam dan lengkap. Seorang Mujtahid dan seorang alim-pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan dirinya dengan salah satu dari dua sumber ini. Banyak ayat Al-Quran dan Hadis yang memberikan pengertian bahwa Hadis merupakan sumber hukum Islam selain Al-Quran yang wajib diikuti, baik dalam bentuk perintah maupun larangannya. Uraian pada pembahasan ini merupakan paparan tentang seputar fungsi Hadis terhadap Al-Quran.
Article Details
Section
Articles
References
Al-Hafiz Bin Hajar Al-Asqalani, Bulughal muram, Jeddah: Al-Kharmain,
Badri Khaeruman, Ulumu Al-Hadis,Bandung: Pustaka Setia, 20101
Depertemen Agama, Al-Hidayah Al-Quran Tafsir per Kata Tajwid Kode dan Angka, Banten: Kalim, 2011
Fatchur Rahman, Ikhtishar Mushtholah Hadits, Bandung: Al-Ma’arif, 1991
Idri, Studi Hadis, Jakarta: Kencana, 2010
Mahmud Thahhan, Ulumul Hadis, Studi Kompleksitas Hadis Nabi, Yokyakarta: Titian Ilahi Press, 2016
Muhammad ‘Ajaj Al-Khathib, Ushul Al-Hadits-Pokok-pokok Ilmu Hadits,Jakarta; Gaya Media Pratama, 2007
Muhammad ‘Ajaj Al-Khathib, Ushul Al-Hadits-Pokok-pokok Ilmu Hadits, Jakarta; Gaya Media Pratama, 2007
Muhyi al-Din Yahya ibn Syarf al-Nawawi, Riyadha al-Shalihin,
Suyitno, Studi Ilmu-ilmu Hadits, Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2006
Zuhdi Rifa’i, Mengenal llmu Hadis, Jakarta: AlGhuraba, 2009
Main Article Content
Abstract
Sumber ajaran Islam disamping Al-Quran adalah Hadis yang merupakan penafsiran Al-Quran dalam praktik atau penerapan ajaran Islam secara faktual dan ideal. Hal ini karena pribadi Nabi Muhammad SAW. Merupakan perwujudan dari Al-Quran yang ditafsirkan untuk manusia serta ajaran Islam yang dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini didasarkan pada beberapa argumentasi, baik berupa dalil naqli maupun dalil ‘aqli, yang tersebut dalam nash Al-Quran mupun Hadis Nabi. Tanpa kedua sumber hukum Syariat Islam yang tepat ini, orang Islam tidak mungkin memahami syariat Islam secara mendalam dan lengkap. Seorang Mujtahid dan seorang alim-pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan dirinya dengan salah satu dari dua sumber ini. Banyak ayat Al-Quran dan Hadis yang memberikan pengertian bahwa Hadis merupakan sumber hukum Islam selain Al-Quran yang wajib diikuti, baik dalam bentuk perintah maupun larangannya. Uraian pada pembahasan ini merupakan paparan tentang seputar fungsi Hadis terhadap Al-Quran.
Article Details
References
Al-Hafiz Bin Hajar Al-Asqalani, Bulughal muram, Jeddah: Al-Kharmain,
Badri Khaeruman, Ulumu Al-Hadis,Bandung: Pustaka Setia, 20101
Depertemen Agama, Al-Hidayah Al-Quran Tafsir per Kata Tajwid Kode dan Angka, Banten: Kalim, 2011
Fatchur Rahman, Ikhtishar Mushtholah Hadits, Bandung: Al-Ma’arif, 1991
Idri, Studi Hadis, Jakarta: Kencana, 2010
Mahmud Thahhan, Ulumul Hadis, Studi Kompleksitas Hadis Nabi, Yokyakarta: Titian Ilahi Press, 2016
Muhammad ‘Ajaj Al-Khathib, Ushul Al-Hadits-Pokok-pokok Ilmu Hadits,Jakarta; Gaya Media Pratama, 2007
Muhammad ‘Ajaj Al-Khathib, Ushul Al-Hadits-Pokok-pokok Ilmu Hadits, Jakarta; Gaya Media Pratama, 2007
Muhyi al-Din Yahya ibn Syarf al-Nawawi, Riyadha al-Shalihin,
Suyitno, Studi Ilmu-ilmu Hadits, Palembang: IAIN Raden Fatah Press, 2006
Zuhdi Rifa’i, Mengenal llmu Hadis, Jakarta: AlGhuraba, 2009