PENGARUH PATRIARKI TERHADAP KETIDAKADILAN DALAM PERSPEKTIF GENDERUDUL
Main Article Content
Abstract
Budaya patriarki telah menciptakan suatu kondisi dimana keberadaan atau peran perempuan menjadi tidak terlihat, tidak dianggap dalam setiap elemen struktur kehidupan sosial di masyarakat dan tentu saja hal ini menyebabkan adanya ketidakadilan gender didalamnya. Pengaruh patriarki yang telah mengakar dan membudaya dimana perempuan ditempatkan pada posisi atau kedudukan yang tidak sama dengan laki-laki, keberadaan atau peran perempuan menjadi tidak terlihat, tidak dianggap dalam setiap elemen struktur sosial. Pada hakikatnya perempuan dan laki-laki diciptakan masing-masing berhak untuk menjalani aktivitasnya sebagai makhluk sosial tanpa adanya batasan-batasan yang ditentukan oleh salah satu jenis kelamin, karena konsep penciptaannya adalah setiap keduanya memiliki kesempatan dan hak yang sama tanpa didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka.
Article Details
Section
Articles
References
Abidin, Bunga Febriyanti, Sitti Indra Bulqis dkk. Ketidakadilan Kesetaraan Gender Yang Membudaya. Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia. Desember 2018. Diakses pada 18 Desember 2020.
Friscila Atara, Valentine Pebrina. Konstrukssi. Sosial Budaya dan Ketidakadilan Gender Di Korea Selatan. Center For Area Studies Indonesian Institute Of Sciences (P2W-LIPI). 12 November 2020. http://psdr.lipi.go.id
Khotimah, Khusul. Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan Dalam Sektor Pekerjaan, Jurnal Studi Gender & Anak, Vol. 4 No. 1 Jan-Jun 2009. Diakses pada 1 Desember 2020
Nurmila, Nina. Pengaruh Budaya Patriarki Terhadap Pemahaman Agama Dan Pembentukan Budaya. Jurnal KARSA, No.1, Juni 2015. Diakses pada 1 Desember 2020
Rokhimah, Siti. Patriakhisme Dan Ketidakadilan Gender. Jurnal Kajian Gender. MUWAZAH. Vol. 6 No. 1 . 2014. Diakses pada 8 Desember 2020.
Sakina, Ade Irma dan Dessy Hasanah Siti A. Menyoroti Budaya PatriarkiI Di Indonesia. Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran. Social Work Jurnal. Vol. 7. No.1. Hlm. 1-129. Diakses pada 14 Desember 2020.
https://tirto.id/problem-perempuan-jepang-dilarang-punya-karier-tinggi-
Zairi, M. (2013). The tqm legacy - Gurus' contribu¬tions and theoretical impact. The TQM Journal, 25(6), 659–676.
Zakuan, N. M., Yusof, S. M., Laosirihongthong, T., & Shaharoun, A. M. (2010). Proposed relation¬ship of tqm and organizational per¬for¬m¬ance using struc¬tured equation model¬ling. Total Qua¬lity Ma¬na¬gement & Business Excellence, 21(2), 185–203.
Main Article Content
Abstract
Budaya patriarki telah menciptakan suatu kondisi dimana keberadaan atau peran perempuan menjadi tidak terlihat, tidak dianggap dalam setiap elemen struktur kehidupan sosial di masyarakat dan tentu saja hal ini menyebabkan adanya ketidakadilan gender didalamnya. Pengaruh patriarki yang telah mengakar dan membudaya dimana perempuan ditempatkan pada posisi atau kedudukan yang tidak sama dengan laki-laki, keberadaan atau peran perempuan menjadi tidak terlihat, tidak dianggap dalam setiap elemen struktur sosial. Pada hakikatnya perempuan dan laki-laki diciptakan masing-masing berhak untuk menjalani aktivitasnya sebagai makhluk sosial tanpa adanya batasan-batasan yang ditentukan oleh salah satu jenis kelamin, karena konsep penciptaannya adalah setiap keduanya memiliki kesempatan dan hak yang sama tanpa didiskriminasi berdasarkan identitas gender mereka.
Article Details
References
Abidin, Bunga Febriyanti, Sitti Indra Bulqis dkk. Ketidakadilan Kesetaraan Gender Yang Membudaya. Fakultas Hukum, Universitas Muslim Indonesia. Desember 2018. Diakses pada 18 Desember 2020.
Friscila Atara, Valentine Pebrina. Konstrukssi. Sosial Budaya dan Ketidakadilan Gender Di Korea Selatan. Center For Area Studies Indonesian Institute Of Sciences (P2W-LIPI). 12 November 2020. http://psdr.lipi.go.id
Khotimah, Khusul. Diskriminasi Gender Terhadap Perempuan Dalam Sektor Pekerjaan, Jurnal Studi Gender & Anak, Vol. 4 No. 1 Jan-Jun 2009. Diakses pada 1 Desember 2020
Nurmila, Nina. Pengaruh Budaya Patriarki Terhadap Pemahaman Agama Dan Pembentukan Budaya. Jurnal KARSA, No.1, Juni 2015. Diakses pada 1 Desember 2020
Rokhimah, Siti. Patriakhisme Dan Ketidakadilan Gender. Jurnal Kajian Gender. MUWAZAH. Vol. 6 No. 1 . 2014. Diakses pada 8 Desember 2020.
Sakina, Ade Irma dan Dessy Hasanah Siti A. Menyoroti Budaya PatriarkiI Di Indonesia. Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran. Social Work Jurnal. Vol. 7. No.1. Hlm. 1-129. Diakses pada 14 Desember 2020.
https://tirto.id/problem-perempuan-jepang-dilarang-punya-karier-tinggi-
Zairi, M. (2013). The tqm legacy - Gurus' contribu¬tions and theoretical impact. The TQM Journal, 25(6), 659–676.
Zakuan, N. M., Yusof, S. M., Laosirihongthong, T., & Shaharoun, A. M. (2010). Proposed relation¬ship of tqm and organizational per¬for¬m¬ance using struc¬tured equation model¬ling. Total Qua¬lity Ma¬na¬gement & Business Excellence, 21(2), 185–203.